0

Kak Amar (cerita pendek)

Kak Amar..

Pernah ga kakak menyebut namaku dalam hati

Walau hanya sekali

Karena disini

Aku menyebut namamu dalam hati

Berulang kali

 

Dia mau lulus kan?

Iya, minggu depan bakalan diwisuda. Kamu ga ngucapin selama ke dia?

Ara menatap kedua temannya itu dengan tatapan dingin. Ia kembali membaca bukunya. Dalam hati, Ara berkata :

Kak amar akan segera diwisuda. Jujur aja, aku ingin sekali mengucapkan selamat padanya. Tapi, lidah ini kelu sekali mengatakannya. Setiap bertemu dengannya, aku selalu menghindar dan tak sekalipun berani menatap matanya yang teduh itu.

//

Amar, gimana persiapan wisudanya?

Uda beres semua. Tinggal nunggu orang tua dateng dari Solo

Oh, iya. Gimana sama itu?

Itu apa?

Ah, masa lupa sih ! hemm, Ara..

Oh, itu…  

Amar berkata dalam hati : mana mungkin aku lupa pada Ara. Gadis manis yang memberanikan dirinya untuk mengatakan cintanya padaku. Aku yang malu sekali karena ia menembakku di depan teman-temanku. Hingga saat ini, aku belum menemuinya untuk menjawab perasaannya.

//

Ara membaca buku di perpustakaan. Amar berjalan di perpustakaan. Tatapan Amar langsung tertuju pada Ara yang ada di meja seberangnya. Amar pun duduk di bangku. Ara merasa ada yang memperhatikannya. Ia pun mendongakkan kepalanya dan melihat Amar. Ia segera membereskan semua bukunya dan pergi. Amar hanya diam kebingungan dengan kelakuan Ara.

//

Ara memilih dasi untuk hadiah kelulusan kak Amar. Ia berjalan sambil membatin : ini adalah hari terakhir sebelum kak Amar diwisuda. Aku belum mengatakan apapun padanya. Aku juga belum membelikan apapun untuknya. Aku tidak tahu selera kak Amar seperti apa. Aku hanya tahu warna favoritnya adalah abu-abu. Jadi…

Ia menunjuk dasi warna abu-abu

//

Kupikir kamu ga dateng

Eh apa itu? *menunjuk kotak yang dibawa Ara

Bukan apa-apa. Ayo kita liat mereka

Amar nampak gagah dengan pakaian wisudanya. Ia duduk diapit kedua orang tuanya. Senyumnya makin mengembang begitu tahu namanya dipanggil maju.

//

Eh, itu mereka. Ayo kesana !

Ayo, ayo Ara. Kita temui kakak-kakak kita yang uda lulus itu

Ehm, iya. Tapi aku mau kebelakang dulu. Titip kasihkan ini ke kak Amar ya. *menyerahkan kotak kadonya

Loh, kok aku yang ngasih ke dia? Kamu aja yang ngasi itu sendiri gi !

Aduh, perutku sakit nih…udah ya, minta tolong kasihkan ini ke kak Amar ya..

Ara berlari meninggalkan kedua temannya.

//

Ara berlari terus sampai melewati kamar mandi. Ia terus berlari sambil menuruni tangga dan berlari lagi hingga ia tiba di depan mobilnya yang terparkir. Ia masuk dan mengambil nafas dalam-dalam. Ia pun berkata dalam hati : Apa yang sudah kulakukan pada kak Amar  sangat memalukan. Harusnya aku ga pernah mengatakannya, mengatakan bahwa aku… bahwa aku berharap kak Amar menganggapku lebih dari sekedar adiknya. 

Ara menghidupkan mesin mobil dan pergi meninggalkan tempat itu.

//

Amar Kusuma, silahkan masuk

Amar membenarkan pakaiannya, membersihkan celananya dan mengelus dasi abu-abunya. Ia berjalan masuk ke ruangan interview.  Sambil berjalan, ia teringat pada selembar surat kecil yang terselip di dasi abu-abu itu.

“kak Amar, selamat atas kelulusannya !! aku sangat senang sekali hingga aku ga sanggup mengatakannya langsung. Selama ini, aku terlalu memaksakan diri untuk menunggu jawaban kak Amar atas penyataanku. Tapi sekarang, kakak tak perlu memikirkannya. Aku hanya cukup tahu jawabannya dari dasi ini. Aku selalu berharap kakak bisa sukses dan dasi ini bisa jadi kenangan yang cukup untuk selalu mengingatku.

Nb: kak Amar, mau ya anggap aku lebih dari sekadar adik?

orang yang paling mengagumimu,

Ara”

 

Iklan
0

Karena Aku Terlambat

aku terlambat karena tidak menyadarinya.

aku terlambat karena tidak mengetahuinya.

aku terlambat karena tidak bereaksi terhadap semua.

 

seperti kura-kura yang terlelap dalam kamar,

tertidur hingga pagi merambati mata,

tanpa merasa kehadiranmu,

tanpa merasa kau ternyata telah berlalu,

malam.

 

tapi aku tidak menangis,

hanya kilauan mata tipuan,

karena aku terlambat.

karena aku lambat.

lambat-lambat.

(entahlah kapan kata-kata ini terangkai, namun sepertinya teks ini sudah tersimpan lama di notes ponsel)

MOHON JANGAN DI AMBIL TANPA IZIN ATAU PUN MENGUTIP TANPA SUMBER JELAS. TOLONG DIHARGAI. TERIMA KASIH. 🙂

0

[WEEKLY ROUNDUP] Yoo Ah In the New Face of Mise-en-Scene, Treats the Film Crews Dinner, Photos from “Tin Head” Shared, and More!

Yoo Ah In SikSeekLand

Hullo SIKseekers! We meet again in another Weekly Roundup to sum up our 1.5 week updates. Here we go~~!

 

First off, Yoo Ah In got another exclusive contract for a famous Korean hair care brand. Yay! According to the official release, Yoo Ah In has become the new face of Mise-en-Scene with Shin Min Ah.

 

Mise-en-scene Korea’s leading hair care brand picks Yoo Ah In to couple with Shin Min Ah as their new CF Models. The CF will be made at the end of December’12 or in early January 2013.

 

Previously, Jo In Sung has been the model for Mise-en-scene for 5 years since 2004 and Sin Min Ah and Hyun Bin followed in 2009. Yoo Ah In’s addition will make him a two-top with Sin Min Ah. Officials said that Yoo Ah In’s unique stylish appearance is the factor that will contribute to and upgrade the product image.

 

Lihat pos aslinya 872 kata lagi